Morowali — Pelayanan transportasi darat kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, bus antar provinsi milik perusahaan otobus Bintang Asri mengalami keterlambatan sebagaimana jadwal tiba yang seharusnya, yakni molor lebih dari satu hari sebagaimana jadwal biasanya. Dalam perjalanan rute Morowali menuju Makassar pada Senin pagi, 25 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WITA, yang biasanya tiba pada Selasa pagi, justru tiba pada hari Rabu pagi.
Informasi yang diterima media dari sejumlah penumpang yang ikut dalam perjalanan Bintang Asri dari Morowali menuju Makassar, mengatakan pemicunya adalah kendaraan kerap mogok di tengah jalan.
Keterlambatan tersebut memicu keluhan keras dari sejumlah penumpang dan keluarga penumpang karena perjalanan yang semestinya ditempuh dalam waktu sekitar 1 hari 1 malam justru molor hingga mencapai 3 hari 2 malam.
Ironinya penumpang cuman diberi makan cuman sekali, dan tidak ada kendaraan pengganti yang seakan pihak PO berjudi dengan keselamatan penumpang.
Salah satu keluarga penumpang mengaku sangat keberatan atas lambannya perjalanan bus tersebut. Keluarga penumpang yang tak lain adalah suami dari penumpang menyampaikan kekecewaannya karena istrinya yang berada di dalam bus mengalami keterlambatan tanpa kejelasan pasti.
“Kami sangat keberatan. Harusnya sudah sampai, tapi ternyata sampai berhari-hari di perjalanan. Tidak ada kepastian yang jelas,” ujarnya dengan nada kecewa.
Tidak hanya itu, salah satu penumpang bahkan memiliki kondisi yang sangat mendesak. Penumpang tersebut dikabarkan hendak menjenguk orang tuanya yang sedang sakit, namun merasa dirugikan akibat keterlambatan perjalanan yang dinilai tidak wajar.

Sementara itu LSM ARMADA meminta kepada instansi pemerintah terkait untuk meninjau ulang izin yang dimiliki oleh PO Bintang Asri atau setidaknya ada sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Dalam hal ini pihak PO seharusnya bisa dikenakan denda uang pengganti transport bahkan pencabutan izin, mengingat ini murni dari pihak PO yang tidak cermat dan mengutamakan kepentingan, kenyamanan hingga keselamatan penumpang sebagai pengguna jasa layanan transport, tambahnya.
Selain itu, peristiwa ini pun menuai sorotan dari beberapa elemen masyarakat yang meminta adanya evaluasi terhadap pelayanan transportasi darat, khususnya perusahaan otobus yang melayani trayek jarak jauh antar provinsi.
Warga menilai keselamatan, kenyamanan, dan kepastian waktu penumpang seharusnya menjadi prioritas utama perusahaan transportasi, bukan justru membuat penumpang terancam di perjalanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak bus Bintang Asri terkait penyebab keterlambatan tersebut.











