Bontojai Gelar Karnival Budaya Pesta Panen 2025, Satukan Tradisi dan Harapan Masa Depan

BONE — Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, bersiap menggelar Karnival Budaya Pesta Panen 2025, sebuah perayaan akbar yang memadukan tradisi leluhur dengan semangat menyongsong masa depan. Kegiatan ini digagas di bawah kepemimpinan Kepala Desa Bontojai, A. Alimuddin, sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat desa.
Pesta panen tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang pertemuan lintas generasi.

Sawah-sawah padi yang menguning menjadi latar alami kemeriahan acara, sementara masyarakat bergotong royong menyiapkan rangkaian kegiatan budaya, kuliner tradisional, dan pertunjukan seni.

“Kita tidak hanya merayakan hasil bumi, tetapi juga merawat cerita, nilai, dan warisan yang mengikat kita sebagai satu komunitas,” ujar A. Alimuddin saat ditemui di lokasi persiapan kegiatan.
Rangkaian acara diisi dengan kompetisi budaya antar desa yang melibatkan wilayah sekitar.

Sejumlah kegiatan yang akan digelar antara lain:

Pertunjukan Sepak Bola Tradisional, menampilkan permainan rakyat yang sarat nilai sportivitas dan kebersamaan.
Kejuaraan Mappadendang, seni musik perkusi khas Bugis yang mengandalkan irama alu dan lesung sebagai simbol rasa syukur panen.

Lomba Sikir Kelompok, seni tutur dan gerak kolektif yang memadukan sejarah desa, kritik sosial, dan harapan masyarakat ke depan.

Salah satu agenda utama adalah Pawai Karnaval Budaya, di mana warga mengenakan busana adat dan sarung tenun khas daerah dengan warna-warna cerah. Anak-anak desa tampil memimpin arak-arakan dengan riasan wajah bermotif simbolik, melambangkan generasi penerus dan harapan masa depan Bontojai.

Menariknya, pesta panen tahun ini juga dikaitkan dengan hitung mundur menuju tahun baru 2026. Panitia menyiapkan “Dinding Impian 2026”, sebuah ruang partisipatif tempat warga menuliskan harapan dan cita-cita desa, mulai dari pengembangan irigasi pertanian, peningkatan pendidikan, hingga penguatan pariwisata berbasis budaya.“Dengan menghormati masa lalu, kita sedang menyiapkan masa depan,” tambah A. Alimuddin.

Karnival Budaya Pesta Panen 2025 ditutup dengan jamuan makan bersama, memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Di tengah lantunan cerita leluhur dan diskusi ringan antargenerasi, masyarakat Bontojai bersepakat menjaga tradisi sebagai warisan hidup, bukan sekadar kenangan.

Melalui kegiatan ini, Desa Bontojai menunjukkan bahwa budaya bukan hanya milik masa lalu, tetapi fondasi penting dalam melangkah menuju masa depan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *