Media Bersama Maknai Malam Tahun Baru dengan Doa dan Solidaritas Sosial

Makassar — Kantor Media Bersama memaknai malam pergantian tahun dengan cara yang sarat makna dan nilai kemanusiaan. Bertempat di ruang Kantor Media Bersama, Jalan Tinumbu No. 40, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, digelar acara doa bersama dan zikir bersama anak-anak Panti Asuhan Mardiyah Muhammadiyah, Rabu malam (31/12/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi simbol kedermawanan, kebersamaan, serta harapan akan masa depan yang lebih baik. Suasana berlangsung tenang, hangat, dan penuh hikmah, diiringi lantunan doa, tahlil, dan zikir yang dibawakan oleh anak-anak panti, yang seluruhnya merupakan yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu.

Pengurus Panti Asuhan Mardiyah Muhammadiyah, Ibu Hj. Nurasiah, turut memimpin doa bersama yang diiringi zikir khas malam tahun baru Hijriah. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada anak-anak asuhnya.

“Kami ingin memastikan bahwa malam pergantian tahun bukan hanya dirayakan oleh keluarga yang utuh, tetapi juga dirasakan oleh anak-anak yang sedang dalam perawatan panti,” ujarnya.

Malam tahun baru dimaknai sebagai waktu yang suci untuk merenung, bersyukur, dan memohon petunjuk Ilahi. Bagi para peserta, kebersamaan dengan anak-anak panti menjadi pengalaman hidup yang menyentuh dan penuh pelajaran.

“Anak-anak ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas keluarga dan kebahagiaan sederhana yang sering kita anggap biasa,” ungkap salah satu perwakilan Media Bersama.

Lebih dari sekadar doa, kegiatan ini menjadi simbol solidaritas dan harapan. Panitia menegaskan bahwa anak-anak panti bukanlah pihak yang harus diabaikan, melainkan generasi penerus bangsa yang layak mendapatkan kasih sayang dan perhatian.

“Kami ingin anak-anak merasa dihargai. Mereka adalah harapan bangsa dan memiliki mimpi yang sama seperti anak-anak lainnya, yakni masa depan yang cerah dan penuh kebahagiaan,” tambahnya.

Acara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran media tidak hanya sebatas memberitakan peristiwa besar atau sensasional, tetapi juga menyampaikan kisah-kisah kecil yang mampu menyentuh hati dan menumbuhkan empati sosial.

Malam pergantian tahun baru pun dimaknai bukan semata sebagai pesta kegembiraan, melainkan momentum untuk merenung, merajut persaudaraan, serta memperkuat cinta kasih antar sesama. Dengan doa bersama, harapan yang terangkai, dan hati yang terbuka, tahun 2026 disambut dengan optimisme dan cahaya harapan yang lebih cerah.

Kisah ini bukan hanya tentang anak panti atau doa bersama, tetapi tentang kita semua. Tentang bagaimana perubahan dapat dimulai dari kepedulian kecil, sedekah sederhana, sentuhan tangan, dan belas kasih yang tulus kepada sesama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *