<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jakarta &#8211; TRANSPARANSI NEWS</title>
	<atom:link href="https://www.transparansinews.com/category/jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.transparansinews.com</link>
	<description>Berita Transparansi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 04:40:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.transparansinews.com/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Logo-PAV-transparansi-32x32.png</url>
	<title>Jakarta &#8211; TRANSPARANSI NEWS</title>
	<link>https://www.transparansinews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari London hingga Seoul, Rasa Bhayangkara Nusantara Menembus Dunia</title>
		<link>https://www.transparansinews.com/jakarta/dari-london-hingga-seoul-rasa-bhayangkara-nusantara-menembus-dunia/514/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 04:38:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.transparansinews.com/jakarta/dari-london-hingga-seoul-rasa-bhayangkara-nusantara-menembus-dunia/514/</guid>

					<description><![CDATA[<div>Jakarta — Perjalanan internasional buku Rasa Bhayangkara Nusantara atau Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu...</div>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Jakarta</strong> — Perjalanan internasional buku Rasa Bhayangkara Nusantara atau Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program terus menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah menjangkau Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang, kini buku tersebut resmi hadir di Korea Selatan sebagai bagian dari ekspansi diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia.</p>
<p>Kehadiran buku ini di Korea Selatan merupakan kelanjutan dari rangkaian perjalanan global yang sebelumnya dibawa oleh Dirgayuza Setiawan, B.Med.Sc., M.Sc., Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan berkolaborasi dengan Wakapolri Dedi Prasetyo, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. ke berbagai penjuru dunia dalam setiap lawatan internasionalnya, termasuk London, forum World Economic Forum di Davos, Washington D.C., hingga Jeddah, serta penguatan diplomasi di Kedutaan Besar Jepang. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menekankan bahwa perjalanan global buku ini merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia.</p>
<p>“Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi—melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Buku ini kami tulis bersama sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” tegas Wakapolri.</p>
<p>Perkembangan terbaru ini dilanjutkan oleh Dirgayuza Setiawan yang membawa semangat gastrodiplomasi Indonesia ke Korea Selatan melalui pemberian buku terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Dalam momentum tersebut, Dirgayuza menyampaikan langsung:</p>
<p>“Hari ini saya memberikan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Cecep. Bapak Cecep merupakan duta besar yang sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal apa saja yang dapat kita pelajari dari implementasi MBG di Korea Selatan.”</p>
<p>Buku tersebut diserahkan kepada Cecep Herawan, S.H., M.H., diplomat senior Indonesia yang menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Korea Selatan di Seoul, yang dikenal aktif mendorong penguatan kerja sama Indonesia–Korea Selatan, termasuk dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik.</p>
<p>Dirgayuza menjelaskan bahwa Korea Selatan telah lebih dahulu menjalankan program serupa dengan skala nasional.</p>
<p>“Setiap tahunnya, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar 80 triliun rupiah dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional. Di Korea, MBG telah menjadi bagian dari kultur bangsa, bahkan ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menunjukkan peran dapur sekolah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa.”</p>
<p>Menurutnya, proses implementasi di Korea membutuhkan waktu panjang karena menggunakan sistem dapur langsung di sekolah, yang pengembangannya dilakukan secara bertahap dan terstruktur.</p>
<p>“Dengan adanya buku ini, kami berharap dapat meningkatkan diplomasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan, di mana kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional bagi seluruh anak sekolah,” tambahnya.</p>
<p>Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara kini membentuk lintasan diplomasi global yang kuat:</p>
<p>• London – Penguatan diplomasi kultural Indonesia di Eropa</p>
<p>• Davos – Hadir dalam forum World Economic Forum sebagai showcase kebijakan berbasis budaya</p>
<p>• Washington D.C. – Mendukung diplomasi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto</p>
<p>• Jeddah – Memperluas pengaruh di kawasan Timur Tengah</p>
<p>• Kedutaan Besar Jepang – Memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang</p>
<p>• Korea Selatan – Menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran implementasi MBG secara global</p>
<p>Setiap titik perjalanan mempertegas bahwa buku ini bukan sekadar karya kuliner, melainkan instrumen komunikasi kebijakan Indonesia kepada masyarakat dunia.</p>
<p>Buku Rasa Bhayangkara Nusantara ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan.</p>
<p>Dirgayuza menegaskan: “Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia, agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal.”</p>
<p>Gastrodiplomasi sebagai Wajah Baru Indonesia</p>
<p>Rasa Bhayangkara Nusantara memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan prioritas nasional.</p>
<p>Kini, dari London hingga Seoul, buku ini terus bergerak melintasi batas geografis dan diplomatik, membawa pesan Indonesia kepada dunia: bahwa kebijakan strategis dapat dikomunikasikan melalui budaya, bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan, serta bahwa gastrodiplomasi menjadi bagian integral dan selaras dengan diplomasi bangsa.</p>
<p>Hal ini sebagai wujud nyata bahwa Polri, bersama pemerintah, tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membawa inovasi, kebijakan, dan identitas bangsa Indonesia ke panggung global.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran Diprediksi Berawan hingga Hujan Lebat, Kapolri Instruksikan Jajaran Antisipasi Bencana</title>
		<link>https://www.transparansinews.com/tni-polri/lebaran-diprediksi-berawan-hingga-hujan-lebat-kapolri-instruksikan-jajaran-antisipasi-bencana/480/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 14:26:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[TNI POLRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.transparansinews.com/tni-polri/lebaran-diprediksi-berawan-hingga-hujan-lebat-kapolri-instruksikan-jajaran-antisipasi-bencana/480/</guid>

					<description><![CDATA[<div>JAKARTA –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran untuk mengantisipasi potensi bencana yang...</div>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>JAKARTA – </strong> Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama periode Lebaran 2026.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (12/3).</p>
<p>Dalam amanatnya, Kapolri mengingatkan bahwa BMKG telah prediksi jika kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 akan dalam kondisi berawan hingga hujan lebat.</p>
<p>Oleh sebab itu, ia meminta seluruh anggota yang bertugas dalam kondisi siaga penuh menghadapi seluruh potensi bencana alam yang mungkin terjadi.</p>
<p>“Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujarnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-430" src="https://www.transparansinews.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260312-WA0014.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://www.transparansinews.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260312-WA0014.jpg 1280w, https://www.relevannews.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260312-WA0014-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px"></p>
<p>“Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada<br />
tahap pra, saat dan pasca bencana,” imbuh Kapolri.</p>
<p>Lebih lanjut, Sigit menyebut puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada dua gelombang yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.</p>
<p>Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan sejumlah pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026. Mulai dari pembatasan angkutan barang, penerapan one way, contra flow dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut hingga alih fungsi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.</p>
<p>“Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.</p>
<p>Tidak ketinggalan, Kapolri juga menugaskan seluruh jajaran kepolisian untuk memetakan potensi gangguan kambtimas mulai dari premanisme, balap liar hingga perkelahian antar kelompok.</p>
<p>Sigit secara khusus juga memerintahkan agar patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa terus ditingkatkan khususnya pada titik-titik dan jam rawan.</p>
<p>Selain itu, kata dia, seluruh jajaran Polsek hingga Polres diminta untuk turun melakukan pendataan rumah yang kosong ditinggalkan pemudik. Serta menyediakan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi<br />
masyarakat yang mudik.</p>
<p>“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan,” tuturnya.</p>
<p>Ia mengingatkan agar seluruh anggota dapat bertugas dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mewujudkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.</p>
<p>Menurutnya hal itu penting dilakukan lantaran momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momentum untuk mendorong perekonomian nasional. Dikarenakan mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplier effect di seluruh daerah.</p>
<p>“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutupnya.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Om Betel Sampaikan Protes Terbuka Terkait Isu Dugaan “Scan Jasa Jokowi”</title>
		<link>https://www.transparansinews.com/sorotan/om-betel-sampaikan-protes-terbuka-terkait-isu-dugaan-scan-jasa-jokowi/308/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 06:03:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.transparansinews.com/sorotan/om-betel-sampaikan-protes-terbuka-terkait-isu-dugaan-scan-jasa-jokowi/308/</guid>

					<description><![CDATA[<div>Jakarta — Andil Jamal Kamaruddin Daeng Massiga, yang dikenal luas sebagai Om Betel, selaku Panglima...</div>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Jakarta — Andil Jamal Kamaruddin Daeng Massiga, yang dikenal luas sebagai Om Betel, selaku Panglima Besar Pasukang Adat Nusantara Indonesia, menyampaikan protes terbuka melalui siaran LIVE yang digelar pada pekan ini. Dalam pernyataannya, Om Betel menegaskan penolakannya terhadap dugaan praktik “Scan Jasa Jokowi” yang semakin ramai diperbincangkan di ruang digital.</p>
<p>Om Betel mengungkapkan keberatan atas segala bentuk pencatutan nama maupun jasa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk aktivitas atau layanan digital yang tidak memiliki dasar dan berpotensi merugikan masyarakat.</p>
<p>“Kami menolak keras segala bentuk pemanfaatan nama dan jasa Jokowi untuk tujuan yang tidak jelas apalagi merugikan masyarakat. Ini harus dihentikan,” tegas Om Betel dalam siaran langsungnya.</p>
<p>Ia menilai penggunaan nama tokoh nasional dan simbol negara tanpa izin merupakan tindakan yang tidak dapat diterima, baik secara adat maupun secara hukum. Pasukang Adat Nusantara Indonesia, lanjutnya, memiliki komitmen menjaga kehormatan adat, tokoh masyarakat, serta simbol-simbol bangsa agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.</p>
<p>Om Betel juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi digital, terutama yang mengatasnamakan tokoh penting atau organisasi tanpa bukti valid.</p>
<p>“Masyarakat harus lebih cerdas. Jangan mudah percaya sebelum memeriksa sumbernya. Banyak yang menggunakan nama tokoh untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.</p>
<p>Isu “Scan Jasa Jokowi” hingga kini masih menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Pernyataan tegas Om Betel pun memancing beragam tanggapan publik di media sosial, mulai dari dukungan hingga dorongan agar informasi terkait isu tersebut diperjelas.</p>
<p>Pasukang Adat Nusantara Indonesia selama ini dikenal konsisten menyuarakan isu-isu budaya, sosial, dan kebangsaan, termasuk menjaga marwah adat di tengah perkembangan teknologi digital.</p>
<p><strong>TIM MEDIA BERSAMA</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
